Well, topik yang akan saya angkat kali ini tidak terlalu berat dan serius seperti pada tulisan-tulisan sebelumnya. Saya akan bercerita mengenai tiga misteri yang selama ini memenuhi benak pikiran saya.
Jika ada orang yang bertanya kepada saya tentang hal-hal yang paling menjadi misteri hidup manusia, saya akan menjawab misteri yang pertama itu adalah ”Tuhan”.
Mengapa "Tuhan"?

Di saat banyak orang lain memuja dan meminta perlindungan kepada Tuhannya ─terlepas dari agama atau sekte apapun─, saya justru dibingungkan oleh keabsahan zat yang diberi nama "Tuhan" itu sendiri. Barangkali agak terdengar angkuh, tetapi inilah saya. Paling tidak, saya masih termasuk dalam golongan manusia ”Pemercaya Tuhan”.
Sedari kecil, seringkali saya bertanya kepada orang tua dan guru agama saya, ”Apa tujuan Tuhan menciptakan alam semesta beserta segala isinya ini? Toh, bila Tuhan tidak menciptakan ini semua, Ia tidak akan merugi ataupun mendapat keuntungan yang berarti. Mengapa Ia menciptakan semua ini dalam waktu tujuh hari? Bukankah akan lebih menakjubkan apabila Ia dapat menyelesaikan proyek-Nya hanya dalam waktu tiga hari atau bahkan satu hari saja?”
Bisa jadi orang-orang dewasa pada saat itu menganggap saya sebagai anak usia 6 tahun yang aneh, cerewet, dan keras kepala. Terlebih, dari sekian banyak siswa-siswi di sekolah saya pada waktu itu, hanya saya yang menanyakan hal-hal tadi yang umumnya tidak terlintas dalam pikiran anak kecil pada umumnya.
Lalu orang-orang dewasa tersebut hanya menjawab, ”Itu semua adalah rahasia Tuhan. Sesungguh-Nya Ia lebih mengetahui dari apa yang kita (manusia) ketahui.”
Ketika itu sebagai anak berusia 6 tahun, tentu saya tidak merasa puas dengan jawaban tadi. Bahkan, hingga saat ini pun, di usia saya yang telah menginjak 17 tahun, jawaban yang saya dengar dari semua orang masih tetap sama dengan jawaban yang saya dengar ketika dulu berusia 6 tahun. Saya tidak mengerti, sepertinya semua orang merasa takut untuk sekedar mereka-reka jalan pikiran Tuhan. Seolah-olah akal pikiran mereka dimatikan oleh doktrin-doktrin agama tentang kerahasiaan Tuhan yang begitu mandarah daging. Seolah-olah mereka enggan menggunakan logika dan nalar berpikirnya untuk minimal mengetahui asal usul jagad raya ini. Paling tidak, bagi mereka yang tidak percaya akan keberadaan Tuhan dan selalu memandang segala sesuatunya secara empiris.
Perlu saudara ketahui, meskipun hal tentang Tuhan tadi masih menjadi misteri paling besar dalam hidup saya sekarang ini ─dan barangkali hingga saya mati kelak─, saya akan tetap memercayai keberadaan Tuhan.
Saya lanjutkan pada misteri yang ke-2, yaitu ”cinta”.
Bagi yang sudah membaca postingan saya di entri sebelumnya berjudul ”Cinta dalam Opini” tertanggal 24 Juni 2009, mungkin sudah sedikit tahu tentang pencitraan cinta di mata saya. Bagi yang belum membaca, karena saya tidak mau lagi capek-capek menulis panjang lebar mengenai definisi cinta, saudara bisa membaca entri ”Cinta dalam Opini” tersebut. Harap maklum, saya agak ─bahkan mungkin sangat─ pemalas. (-_-)"
Baiklah, saya akan membahas misteri ke-3, yakni mengenai makhluk luar angkasa, atau yang pada umumnya disebut alien.
Sebagian orang mungkin menganggap hal ini lucu; seorang (calon) mahasiswa berusia 17 tahun sangat penasaran memikirkan hal-hal seperti alien, UFO, dan sebagainya. Tapi tak apalah, toh ini tulisan saya, dunia pemikiran saya... peduli setan orang lain mau berkomentar apa.
Waktu SMP saya pernah membaca buku berjudul ”Misteri UFO”. Saya mendapatkan buku itu dari sebuah kios buku loakan. Tak ada alasan khusus, mengapa saat itu saya amat tertarik untuk membelinya... yang jelas, saya membeli buku itu karena harganya relatif murah, kalau tidak salah hanya Rp 10.000,00.
Buku loakan setebal 300-an halaman itu berisi tentang berbagai kisah penampakan UFO dan pengalaman-pengalaman orang yang pernah berinteraksi dengan alien, seperti Reka Ulang Roswell, Area 51, dan penampakan UFO di tengah pasukan udara Nazi Jerman saat Perang Dunia II. Entah, itu kisah nyata atau sekedar sensasi yang dibuat-buat. Jujur, hingga saat ini pun saya masih setengah percaya dengan kisah-kisah alien itu. Kalau memang itu hanya cerita yang dibuat-buat, biarlah cerita-cerita itu menjadi bagian dari alam imajinasi saya. Saya tidak akan merasa dibodohi oleh siapapun.
Cukup sekian entri saya kali ini. Yah, karena ini misteri... jadi saya tidak banyak mengetahui fakta tentang keberadaannya. Wajarlah jika kali ini saya tidak bercerita secara panjang lebar dan mendetail... hanya bercerita santai. Pada saat menulis kalimat penutup ini pun saya masih belum yakin tulisan ini layak untuk dibaca publik atau tidak.
Bekasi, 6 Juli 2009
Dewobroto Adhiwignyo
