Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekkah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza
Tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu, Sayangku
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mandala Wangi
Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra
Tapi aku ingin mati di sisimu, Sayangku
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu
Mari sini, Sayangku
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
Tegakklah ke langit atau awan mendung
Kita tak pernah menanamkan apa-apa,
Kita tak 'kan pernah kehilangan apa-apa
Selasa, 11 November 1969
Soe Hok Gie
Quotation
"Sometimes the words can be more meaningful rather than actions."
Kamis, 18 November 2010
Kamar
Ku pandangi sudut ruang
Semburat pejam tak lantas terang
Debu kerak sambung berabu
Mengiba lantai bersemen batu
Dinding di banyak retak
Tegak diri menyalam pundak
Ini ranjang berurat, pengap
Cumbu buta berujung lelap
Di sini lah...
Tak satu 'kan cuat kilah
Muda-mudi tak bermalu
Tua-muda jadi benalu
Bandung, 12 Agustus 2010
Dewobroto Adhiwignyo
Semburat pejam tak lantas terang
Debu kerak sambung berabu
Mengiba lantai bersemen batu
Dinding di banyak retak
Tegak diri menyalam pundak
Ini ranjang berurat, pengap
Cumbu buta berujung lelap
Di sini lah...
Tak satu 'kan cuat kilah
Muda-mudi tak bermalu
Tua-muda jadi benalu
Bandung, 12 Agustus 2010
Dewobroto Adhiwignyo
Perempuan
Jangan-jangan aku benar
Memang kau pantas jadi pelipur lara
Kau!
Perempuan!
Yang dibilang lupa kehormatan
Atau hilang tenggelam harta
Pukul rugi,
Pulang mati di sekitaran laki
Kau!
Perempuan!
Yang tak lagi aku kenal
Atau kau yang memihak lain
Mengecam duka-luka percuma
Musti raib dipingit pagi buta
Dan berpeluk kembali bukan buat janji
Cumbu di muka. Lupa
Gadis jelita. Luka
Kita yang tak pernah mesra
Yang berhutang nafsu muda
Kita yang pernah mencinta
Cuma bumi tak sudi merajut kita
Bandung, 15 Juli 2010
Dewobroto Adhiwignyo
Memang kau pantas jadi pelipur lara
Kau!
Perempuan!
Yang dibilang lupa kehormatan
Atau hilang tenggelam harta
Pukul rugi,
Pulang mati di sekitaran laki
Kau!
Perempuan!
Yang tak lagi aku kenal
Atau kau yang memihak lain
Mengecam duka-luka percuma
Musti raib dipingit pagi buta
Dan berpeluk kembali bukan buat janji
Cumbu di muka. Lupa
Gadis jelita. Luka
Kita yang tak pernah mesra
Yang berhutang nafsu muda
Kita yang pernah mencinta
Cuma bumi tak sudi merajut kita
Bandung, 15 Juli 2010
Dewobroto Adhiwignyo
Langganan:
Postingan (Atom)