Lihat ke sana!
Lihat ke depan!
Waktu bertampuk arogan
Tak ditanggap hidup semampai badan
Biar mulut sampai berbuih darah
Itu hari membantah-bantah...
Tahun bersimbah-simbah...
Simpai waktu melingkar patah-patah...
Begini juga adanya
Nelangsa hitam menggunung-gunung
Lihat ke sana!
Lihat ke depan!
Ketokan kayu mengabit-abit
Tambah nasib ditelan pahit-pahit
Bukan takdir harus dipasrahi
‘Lainkan hidup mesti kita uji
Pukat bentang lahir berikut api
Mirisnya umur kita bagi-bagi
Tinggal derita sesal tak berarti
Eh, durjana kubur tiba pula di alam muka...!
Jakarta, 19 November 2008
Dewobroto Adhiwignyo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar