Quotation

"Sometimes the words can be more meaningful rather than actions."

Rabu, 19 November 2008

Prolog

Posting dalam blog ini adalah hasil buah pemikiran saya yang sebagian besar saya tulis dalam bentuk sajak dan puisi.

Saya baru memutuskan untuk membuat blog pada saat kelas 3 SMA—di usia yang sebentar lagi akan menginjak 17 tahun—sebagai sarana publikasi agar tulisan-tulisan tersebut dapat dibaca dan diberi komentar oleh orang lain. Maka, jangan merasa sungkan untuk memberi masukan dan kritik terhadap tulisan-tulisan saya. Justru saya sangat mengharapkan testimoni dari orang lain yang tentunya akan sangat membangun, khususnya dari kalangan sesama pecinta sastra.

Saya amat menyukai seni, mulai dari menggambar, bermain musik, juga sastra. Mulai menulis sajak semenjak berada di bangku SMP, namun baru mulai serius ketika memasuki jenjang pendidikan SMA. Pada awalnya sajak-sajak yang saya buat agak terkesan picisan karena masih bertemakan seputar kehidupan remaja... tidak jauh-jauh dari urusan rindu dan patah hati... sedangkan akhir-akhir ini, saya—dan mungkin orang lain juga—sudah merasa jenuh dan bosan dengan gaya penulisan seperti itu.

Oleh karena itu, saat ini saya sedang berusaha untuk menulis sajak yang isinya bisa dibilang lebih berbobot, serta mengusung tema seputar kehidupan manusia secara umum dan menyeluruh. Tidak melulu puisi cinta yang bernuansa melankolis, sehingga terkesan monoton. Bagi saya, kehidupan satu individu manusia memiliki aspek multi-dimensional yang sangat menarik untuk kita pelajari. Bayangkan bila kita dapat menelusuri lebih jauh aspek-aspek tersebut secara mendalam... meliputi banyak individu yang terlahir dari berbagai strata/golongan manusia: tua-muda, kaya-miskin, dll., tentunya akan sangat menarik.


Sebagian orang yang suka membaca karya sastra—terutama sajak-sajak saduran lokal—barangkali akan berkomentar, bahwa tulisan-tulisan saya sangat terpengaruh dari gaya bahasa penulisan sajak-sajak Chairil Anwar. Mengenai siapa itu Chairil Anwar, saya rasa tidak perlu dijelaskan lebih jauh... semua orang yang pernah mengenyam bangku pendidikan formal pastilah tahu siapa itu Chairil. Paling tidak, semua pernah membaca satu-dua sajaknya yang hampir selalu ada dalam setiap buku kurikulum pendidikan Bahasa Indonesia.

Saya tidak memungkiri bahwa apa yang mereka katakan memang benar adanya. Saya pribadi sangat senang membaca karya-karya Chairil. Maka, saya tidak merasa keberatan apabila disebut sebagai penggemar sang penyair "Binatang Jalang" tersebut. Namun, bukan berarti saya 100% mengikuti gaya penulisan Chairil. Tidak. Masing-masing penulis pasti punya indikasi dan ciri khas tersendiri dalam menulis setiap sajaknya.

Akhir kata, saya harap blog ini dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan suatu perubahan yang berarti dalam kehidupan dan sajak-sajak gubahan saya.

3 komentar:

Anonim mengatakan...

hahahah nice nice..
tinggal konsistennya aja nih :p

Alvian Chris Pradana mengatakan...

selamat datang di dunia blog. gw aja newbie nih! oh ya background atasnya tuh..hhhiii

Dewobroto Adhiwignyo mengatakan...

To Alvian CP: Sesama newbie :P
Background atasnya, emang sengaja gw gituin.. biar unik. Xp